Minggu, 22 Agustus 2010

1000 Kisah Tentang Ibu


Namaku Dini Rachmawati, aku seorang remaja yang berusia 17 tahun. Kedua orangtuaku merupakan orang yang paling penting dalam hidupku. Diantara mereka, bagiku sosok yang paling istimewa dalam hidupku adalah " IBU ". Dari aku masih kanak-kanak hingga kini aku remaja, ibulah orang yang paling dekat denganku. Selama ini sosok ibu telah banyak berperan dalam hidupku sebagai figure untuk aku belajar menjadi dewasa, dan menjadi  yang lebih baik, bahkan ibu pun memiliki tempat dan posisi tersendiri di hatiku. Menurutku Ibu itu adalah orangtua sekaligus teman untuk aku berbagi. Karena ibu orang yang selalu setia dan dekat denganku. Dan dimataku ibu seorang pribadi yang tangguh, tegas, lembut dan penyabar. Ibu itu segalanya bagiku.  
Ibu, aku sadar betapa besar pengorbananmu, sembilan bulan aku di dalam perutmu, berat, jalanpun susah bahkan tidurpun engkau serba salah tapi tetap engkaupun pertaruhkan nyawamu untuk melahirkanku, masih dalam keadaan kesakitan engkaupun tersenyum bahagia sambil menangis yaitu tangisan kebahagiaan dari seorang ibu. Ibu berapa banyak pula air susu ibu yang mengalir di dalam tubuhku, engkau senantiasa mendekapku dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, jarang sekali engkau tertidur demi untuk menjagaku dan untuk menggantikan popokku yang senantiasa kotor, begitupun ketika engkau sedang makan sering sekali engkau berhenti makan yang diganggu dengan popokku yang lagi lagi kotor dan basah, itupun semua dilakukannya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Disaat aku dalam keadaan masih bayi, mungkin jasa seorang ibu itu bagiku sangat besar. Ada banyak hal yang tak mungkin aku lupakan jasa seorang ibu saat aku masih bayi. Dari mulai merawat aku dengan penuh kasih sayang, menggantikan popok, memandikan aku , membersihkan BAB aku, memakaikan baju, membuatkan sebotol susu untukku, sampai pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, mencuci baju, menggosok baju, dan membuat makanan untuk aku. Itu semua dilakukan ibu hanya seorang diri tanpa bantuan siapapun. Setelah aku mulai dewasa, aku pun juga bisa merasakan betapa lelahnya mengerjakan itu semua hanya seorang diri. Tapi itulah seorang ibu, beliau tak pernah mengeluh serta dengan tulus dan ikhlas ibu melakukan itu semua untuk aku,  beliau juga hanya tersenyum bahagia melihat anak-anaknya tumbuh menjadi dewasa dan menjadi anak yang baik serta anak yang shaleh shaleha. Terkadang saat aku sudah mulai dewasa pun aku masih sering mengecewakan ibu, padahal baju aku, sampai pakaian dalam pun masih ibu yang mencucikan, dan menggosokkannya. Memang aku sebagai anak cukup tidak tahu terima kasih, dan tidak tahu balas budi terhadap semua yang dilakukan oleh seorang Ibu untuk aku. Maafkanlah aku ibu bila aku selalu mengecewakanmu.
Masih teringat jelas semua kenangan yang aku lalui bersama ibu. Dari mulai kesalahan atau kenakalan aku selama ini terhadap ibu. Sering kali sikapku mengecewakannya dari mulai membantah nasihatnya, tidak mau mendengar perintahnya dan bahkan berbicara dengan nada tinggi ketika aku kesal terhadapnya. Tapi ibu selalu bersikap sabar menghadapiku.
Ibu, terima kasih engkau telah membesarkanku dengan penuh kesabaran, ketulusan serta penuh dengan keikhlasan tanpa mengharapkan suatu pamrih apapun semenjak aku didalam kandunganmu hingga saat ini. Ibu kasih sayangmu tidak ada batasnya, engkau lebih menyayangi anakmu dari pada dirimu sendiri. 
Itulah Ceritaku tentang Ibu...
Mungkin 1000 Kisah Tentang Ibu takkan mampu mengungkapkan rasa cintaku yang begitu besar terhadap Ibu. Ibu, rasanya aku tidak dapat membalas semua kebaikanmu ini yang telah engkau korbankan untuk diriku, dan saya rasa tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat membalas kebaikan seorang ibu. Ibu, Hidupku akan bahagia apabila aku bisa membuat ibu selalu tersenyum kebahagiaan. Tetapi hidupku takkan bahagia apabila aku  selalu melihat ibu bersedih. Ibu takkan pernah tergantikan oleh siapapun di hatiku. " Karena Tanpamu Takkan Indah Jalan Hidupku.... "

"....I LOVE YOU IBU....."

Kan Ku jaga dirimu seperti Kau menjaga diriku dan....

I = nilah

B = aktiku

U = ntuk mu

Ya Allah, Kasihilah kedua orang tuaku sebagaimana keduanya telah mengasihi hamba diwaktu kecil. Amien Ya Robbal Alamin..
Semoga Allah SWT. Membalas semua kebaikanmu Ibu.